Entri Populer

Minggu, 25 Desember 2011

Berbagi :')

Saling berbagi dengan ereka yang kekurangan bukan sesuatu yang gampang bagi mereka yang akan menerima. tetapi dari hati yang tulus ikhlas dan cinta kasih yang putih, menghangatkan suasana yang sempat dingin dan menegang. Panti Raksa Putra, panti yang menampung sejumlah anak yatim piatu dan kurang mampu. Sejumlah anak yang berempat tinggal di panti itu, juga sama dengan sejumlah anak yang ingin berjuang untuk meraih kesuksesan mereka di masa yang akan datang. "Awal yang membosankan", kata salah satu diantara mereka, tapi akhir yang menyenangkan dan mengharukan bagi semuanya. Senyuman mereka menjadi kado terindah buat kami untuk melanjutkan bentuk jalin kasih ini kepada mereka yang kekurangan dan membutuhkan uluran tangan kami. Kalian adalah saudara kami, dan kami adalah saudara kalian juga. 
Kekayaan hati kalian, keteguhan hati kalian, membuat kami yakin bahwa kami juga yang anak rantau tanpa orang tua dan sanak saudara mampu bertahan seperti kalian dan mampu menapaki kaki kehidupan dan kejamnya rantai kehidupan dunia yang kalian jejali. Terima kasih atas kehangatan yang kalian berikan kepada kami, keceriaan yang kalian tunjukka kepada kami, dan masa depan yang cerah untuk kita semua. Terima kasih atas doanya, harapannya, dan jangan pernah berhenti bermimpi, seperti apa yang telah kalian tulisakan pada pohon harapan yang sederhana itu dari kami. You're the best and we always with you..
Luv U all Guys, my brother.. 
Kiss and Hug just for Us :)



Posted by Picasa
Posted by Picasa

Sabtu, 24 Desember 2011

SALURAN PEMERATAAN INFORMASI DI PEDASAAN : KORAN MASUK DESA ATAU JARINGAN KOMUNIKASI SOSIAL?


M. Alwi Dahlan

Selain berada di bawah “garis kemiskinan”, masyarakat desa juga barangkali dapat digolongkan berada di bawah “garis kemiskinan informasi”. Untuk itu program Koran Masuk Desa (KMD) perlu dilaksanakan. Tetapi menurut Alwi Dahlan, apabila sasaran pertama adalah pemuka pendapat atau elit desa, belum tentu informasi tersebut dapat segera tersebar merata ke seluruh rakyat desa. Ada kemungkinan informasi itu “tertahan” pada para pemuka pendapat atau elit informasi tersebut. Disarankan agar melihat jaringan komunikasi sosial dari sasaran itu sendiri, khususnya jaringan-jaringan lokal yang berbeda bentuknya dari tempat ke tempat.
            Dengan adanya program KMD, maka bertambah lagi satu saluran informasi bagi rakyat desa, meskipun sebelumnya sudah ada televisi umum serta radio dan kaset yang telah meraja sebelum adanya program KMD ini. Disamping itu terdapat kegiatan-kegiatan informatif baru yang diorganisir untuk mempercepat pengaruh komunikas, umpamanya dalam bentuk Kelompok Pendengar, Kelompok Baca atau Kontak Tani. Dalam usaha seperti ini termasuk pula adaptasi atau pemanfaatan pranata-pranata tradisional seperti arisan, salapanan atau selamatan, serta pernikahan yang menggunakan penerangan juga termasuk sebagai salah satu penyebaran informasi kepada masyarakat desa.
            Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Penerangan tentang proyek ini (No.203A/Kep/Menpen/79), menunjukkan bahwa pada intinya tujuan KMD adalah meningkatkan gairah penerbit dan jangkauan pers untuk mencapai daerah pedesaan dan tujuan implisitnya adalah untuk menaikkan oplah suratkabar, suatu indikator yang sering dipergunakan sebagai pengukur tingkat modernisasi dan kemajuan sosial politik. Di sis lain program KMD memiliki tujuan lagi, yaitu sebagai suatu usaha pemerataan dalam berbagai segi, baik jurnalistik maupun industri penerbitan. Segi lainnya adalah pemerataan kesempatan berusaha, sebagai pengembanga industri pers itu sendiri dan pemerataan yang dimaksud diarahkan pada kesempatan di bidang tersebut. Disebut juga bertujuan untuk membantu usaha pemerataan memperoleh pendidikan non-formal serta pemertaan informasi, namun tidak semua tujuan ini dapt dicapai, karena dalam hal penyebaran informasi, masyarakat desa lebih cenderung percaya kepada para pemuka pendapat atau orang yang mereka percaya dapat memberikan informasi kepada mereka, masyarakat desa tidak dengan mudah dapat menyerap informasi, jangan menyerap, di kalangan masyarakat masih banyak yang buta huruf dan bersifat menjauhi informasi itu sendiri, ini terbukti dengan adanya televisi umum yang ada di desa saat penyaiaran berita mereke meninggalkan program tersebut dan lebih memilih melaksanakan aktivitas yang lain dan menunggu dari para pemuka pendapat.
            KMD sebenarnya tetap mempunyai prospek untuk berhasil sampai ke tingkat tertentu. Bagaimanapun tidak semua rakyat pedesaan itu buta huruf, miskin, kurang daya serap, lemah daya tanggap atau belum mengerti nilai informasi. Tapi, dari beberapa pengalaman beberapa koran yang telah masuk desa terlebih dahulu membuktikan bahwa KMD menunjukkan potensi yang cukup banyak untuk pengembangan koran. Dengan KMD ini menambah lagi satu tujuannya, yaitu sebagai komunikasi pembangunan, yaitu untuk mendorong pembangunan-bukan terutama yang dalam industri media tetapi justru yang di luarnya juga. Sebagai media modern, KMD harus mendorng informasi, keterbukaan dan partisipasi poitik, namun hal ini terhenti lagi oleh kalangan elit informasi yang dalam hal ini memiliki kemampuan dalam hal ekonomi maupun penyerapan informasi yang cukup cepat dibandiangkan dengan masyarakat desa yang miskin dan jauh dari jangkauan informasi.
            KMD juga bertolak dari model komunikasi dua langkah (two step flow) atau berlangkah ganda, yaitu dari media ke para pemuka pendapat dan dari mereka itu ke bagia-bagian masyarakat yang kurang aktif. Proses ini termasuk proses komunikasi dua langkah, yaitu kepada para pemuka pendapat (elit informasi) merupakan pemindahan informasi, dua langkah kedua kepada para pengikutmerupakn langkah penyebaran informasi dan pengaruh. Adanya pemuka pendapat atas sebaran iformasi yang seharusnya juga diperoleh rakyat desa, menjadi tertahan di kalangan elit infomasi apabila informasi itu merupakan sebuah perubahan dan akan menyebar ke masarak desa saat informasi itu sudah lama dan akan mengalami perubahan lagi dan cenderung para pemuka pendapat lebih sering menyebaarka iformasinya kepada kalangan terdekatnya saja sehingga kurang komunikasi yang terjadi antara asyarakat desa yang leih percaya kepada para pemuka pedapat.
            Dari gambaran diatas tampak bahwa pemasukan informasi bagi elit informasi tidak dapat dianggap sebagai pemerataan kepada rakyat banyak. Informasi yang sampai ke golongan ini tapi belum tentu sampai ke golongan rakyat desa lapisan bawah. Akibat dari semua ini ketimpangan informasi (communication effect gap) antara elit dengan golongan-golongan yang lebih miskin informasi menjadi makin besar, sehingga menyebabkan golongan elit “bajir” informasi sedangkan rakyat miskin tak emperoleh informasi yang baru dari golongan elit dan pers, padahal tujuan adanya KMD ini adalah pemerataan informasi untuk pembangunan masyarakat menuju masyarakat modern. Bukan hanya KMD, tapi televisipun belum mampu untuk menyebarkan informasi itu ke semua kalangan rakyat desa. Semua langkah diatas dapat dicapai dengan pemikiran kembali mengenai perangkat-perangkat, jalur-jalur dan sarana komunikasi pedesaan yang mash ada, sehingga pemerataan informasi memerlukan rencana yang terpadu, sehingga jurang antara elit informasi dengan golongan lainnya dapat di perkecil.

Selasa, 29 November 2011

Senin, 14 November 2011

About the green economy

The conservation of ecosystems and biodiversity is the foundation of a sustainable economy. Water, food, shelter and energy are the building blocks upon which life and economic systems are built. The resilience of the global economy is intricately linked to the state of the environment.
Business also affects, and needs, biodiversity. Billions of people work in the private sector, and business is a key driver of social and economic development. Some are beginning to see the value of biodiversity, the need to protect it, and the need to invest in it. In the current global recession, with huge stimulus investments coming from governments, now, more than ever, we should be investing in nature to drive sustainable economic and social growth.

Some facts
  • Each year, we are losing ecosystem services worth an estimated EUR 50 billion from land-based ecosystems alone
     
  • The world’s commercial fisheries are likely to collapse in less than 50 years unless current trends are reversed
     
  • While 35% of the Earth’s surface is already dedicated to agriculture, irrigated crop production will need to increase by 80% by 2030 to match rising demand
     
  • In the Caribbean, the direct result of coral reef destruction has resulted in a 20% decline in tourism revenues (equal to approximately US$ 300 million per year)
     
  • Hundreds of medicinal plant species, whose naturally occurring chemicals make up the basis of all prescription drugs, are threatened with extinction.
     
  • New ‘green markets’ for organic agriculture, certified food and timber products are growing three times faster than the average, and could reach US$60 billion by 2010
     
  • Around the world, it is estimated that protected areas could produce benefits, goods and ecosystem services worth between US$4,400 and US$5,200 billion a year.
     
  • The overall costs and risks of climate change will be equivalent to losing up to 20% of global GDP each year, while the costs of action now can be limited to around 1% of global GDP each year
The global economic crisis, which is still having far-reaching consequences, has put pressure on world leaders to rethink their economic policies. In many cases, public and private investments are not in line with broader objectives of sustainability. Consequently, they often result in an over-exploitation of natural resources that compromises the long-term viability of the enterprise. The decline of the world’s fish stocks is a clear example of how misaligned policies can undermine an entire industry and the economy it supports.
A closer alignment of our economic and environment systems is an imperative that society can no longer afford to ignore. Critical steps in the necessary transition to a greener economy include:
• Achieve a fuller integration of biodiversity and ecosystem values into economic policy, finance and markets
  • Strengthen the biodiversity business case through the generation of knowledge and awareness on the different forms and contributions of biodiversity and ecosystem values.
  • Enhance the capacity of decision-makers to adequately account and manage for biodiversity and ecosystem values.
  • Help governments identify opportunities for generating employment and business opportunities through more sustainable policy planning and implementation.
• Empower private sector companies to lead the way to the development of more sustainable business models and practices
  • Develop best-practice guidance and standards for advancing sustainability in key industry sectors, such as agriculture, extractives, and tourism.
  • Explore and test alternative approaches for enhancing corporate sustainability, such as through full life-cycle analysis and innovating offsetting schemes.
• Make greater and smarter investments in nature-based markets and enterprises
  • Provide new channels for sustainable financing opportunities, such as through the development of a green development mechanism.
  • Encourage the establishment and growth of innovative markets for public environmental goods and services, such as trading in carbon credits and banking of wetlands.
  • Support the development of sustainable enterprises in areas such as renewable energy, organic agriculture and ecotourism.
  • Encourage the enhanced appreciation of the climate regulating functions of ecosystems; such as through REDD (Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation)http://www.iucn.org/what/tpas/greeneconomy/about/

Jumat, 04 November 2011

20-01-10


Saat ini, aku merasakan dilema akan perasaan saya terhadap dia. Dia yang telah mengajarkanku tentang bagaimana mencintai dan dicintai itu, rasanya telah pergi menjauh dari semua kehidupanku. Memang benar sich, aku membiarkan dia bersamanya, karena aku tak mau mereka berdua rusak akan diriku yang hadir di tengah-tengah mereka berdua. Aku tak tau lagi bagaimana untuk menghilangkan rasa ini.  Apa yang aku takutkan pada hari itupun tiba saat ini. Aku tau kehadiranku  diantara mereka, hanya menambahkan masalah saja diantara hubungan mereka. Aku yang awalnya berniat untuk memperbaiki hubungan mereka, ech kenapa harus jadi serunyem ini. Sakit, memang sakit.., tapi aku berusaha untuk menyembunyikan rasa sakitku ini. Sulit untuk bisa dipercaya memang, tapi setlah kejadian ini, aku tau mungkin belum saatnya aku membuka hati pada seorang pria yang dapat mengisi hari dan kehidupanku untuk saat ini. Aku menyadari, bahwa ku masih belum cukup umur untuk semua itu, tapi setelah dia mengajariku  bagaimana menebar cinta itu kepada seseorang yang amat kita sayangi. Memang sakit saat harus dihadapkan pada masalah yang demikian rumit ini. Mungkinkah ini yang dikatakan sakit hati?? Ntahlah, aku hanya bisa berharap suatu hari nanti seorang pangeran sejati akan datang menghampiriku dan bersedia untuk menemani  serta menghiburku di saat aku tertimpa sesuatu. Ku menyadari, aku tidak pantas untukmu, tapi aku sudah berusaha semampuku untuk menghibur dia dan membuatnya menjadi lebih dewasa, mudah-mudahan dia bisa menyadari apa yang aku berikan kepada dia selama ini. Tuhan, sampaikan kepadanya Terima kasih untuk semua rasa sayang yang dia berikan kepadaku selama ini dan sampaikan pula permohonan maafku  atas semua tindakan-tindakan yang saya tunjukan kepadanya serta kehadiran saya diantara hubungan mereka yang baik-baik saja.
        Kini hatiku telah menangis, setelah luka  menggores hati kecilku. Semuanya telah pudar, luluh serta hancur. Tapi akan selalu hidup utnuk siapa saja yang membutuhkan perhatianku, tapi saya berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Sudah cukup ku merasakan rasa sakit ini, sudahlah saya tidak mau mengungkit masalah yang kecil ini, saya tidak mau ini menjadi masalah yang berat dan melibatkan banyak orang bahkan merepotkan orang lain. Kini ku biarkan engkau hidup denganya, janganlah ingat apa saja yang telah saya berikan, tapi ingatlah pengorbananmu untuk bisa menjadi seperti ini, karena saya tau engkau lebih banyak tau mengenai ini, terima kasih untuk pembelajaran singkatnya, aku mau kamu bisa tersenyum manis dengannya, jangan sakiti hatinya lagi tapi berusahalah membuatnya tersenyum dengan apa yang kamu miliki, jadilah dirimu sendiri dan berikan pengertian terhadap orang yang kamu sayangi itu.
        Karena saat ini, saya menyadari bahwa ku tak lebih dewasa dari pada dia yang lebih pantas untuk kamu sayangi, karena dia sangat menyayangi kamu, bahkan ingin hidup selamanya bersamamu. Memang sulit untuk melepaskan rasa ini, tapi sudahlah, cukup sampai disini, saya sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, saya tidak mau menjadi penghancur diantara kalian lagi, meskipun kita hanya berteman biasa yang biasa kita katakan “Best Friend Forever”. Kini ku hanya bisa melihat pancaran kebahagiaan itu di wajahmu dan wajahnya. Karena aku tau, kamu bisa dan mampu melakukan semua itu. Berikan dia perhatian yang lebih dari semuanya, setelah apa yang kamu lakukan. Aku hanya bisa mendoakan kalian berdua dari jarak yang sangat jauh, tapi saya tau Tuhan pasti mengabulkan doa saya ini. Akan ku kirimkan kalian sebuah bintang di setiap malam dan mengirimkan sebuah embun di pagi hari untuk menceriakan hari-hari kalian, untuk hari ini, esok, dan selamanya. Meskipun ku tak berada di sisi kalian lagi, tapi saya tau kalian akan selalu bisa bertaha dan setia sampai akhir.
        Saat ini, biarkan aku pergi menjauh dari kehidupan kalian berdua, jangan harapkan lagi kehadiran dan kedatangan saya, hapuslah semua kenangan yang telah kau dan aku ukir di waktu yang singkat ini. Mungkin ini yang terbaik untukku, untukmu dan untuknya. Cukup aku yang terluka, cukup aku yang sakit dan cukup aku yang mederita. Jangan ikutkan dia tapi bawalah dia menuju kebahagiaan yang diharapkannya bersama dirimu. Mungkin hari ini, pertemuan terakhir kita, tapi saya tak tau apakah saya sanggup untuk mlakukan hal ini, tapi Insya Allah, karena niat saya yang baik mudah-mudahan saya dapat melaksanakannya, saya akan focus terhadap impian saya, dan tidak ada lagi penerimaan orang dihati saya di hari yang akan datang nanti. Telah kututup hati ini untuk hal ini, dan mecoba untuk membuka lembaran baru dengan hal yang baru dan tidak menggoreskan luka yang seperti ini lagi. Aku mau kamu hidup untuk orang lain, bukan untuk dirimu sendiri. Aku mau kamu mau menolong, bukan untuk ditolong. Aku mau kamu bijak, bukan dibijaksanakan. Karena kamu hidup bukan untuk dirimu sendiri, tapi untuk semua yang ada di sekelilingmu. Saya tau kamu mampu dan bisa menjalankan semua itu.
“Terima kasih untuk rasa sayangnya. Terima kasih untuk cintanya. Terima kasih untuk semuanya. Karena aku telah menyadari kesalahan yang telah saya lakukan. Terima kasih telah mengisi hari-hariku. Mudah-mudahan kamu dapat menemukan bintang itu di dirinya. “

“ep