Entri Populer

Senin, 23 Januari 2012

Tiga Januari yang Terlewati

Tiga Januari yang telah kau hancurkan di hidupuku, merusak semua daftar pencarian kebahagiaanku selama ini. Tiga Januari yang telah kau padamkan kobaran semangatku untuk dapat pulang menikmati kesejukan rumahku dan sambutan hangat sahabatku. Tiga Januari yang telah menjatuhkan harga diriku bahkan menginjak serta merendahkan diriku. Itulah Tiga Januari yang telah kau ukirkan dalam hidupku.
Januari pertama, kau merusaka kesenaganku yang telah kujadwalkan pada akhir tahun sebelumnya, tept tanggal 20 Januari 2010 aku harus menumpahka kekecewaanku kepadamu akibat ulahmu sendiri yang telah mengecewakan temanmu ini, dulu. Yah sebut aja namanya Kiki yah teman, yupz, sedikit tentang dia yah, dia itu licin bagaikan belut, licik bagaikan kancil, berakala bulus bagaikan swiper dan agresif bagaikan harimau yang akan menerkam mangsanya. Yah, itulah Kiki teman, dia itu cowok Playboy super mantap dan komplit pakai sambel super pedes yang bener-bener pedes. Mulutnya itu bagaikan lolipop yang manis tapi kelakuannya itu bagaikan cacing kepanasan. Yah, itulah dia, manis di mulut pahit di hati, asin di langkah, pahit di mata, dan hambar kalau tidak sesuai dengan permintaanya, karena pasti dia maksa kalau gak sesuai dengan permintaannya dia.
Dialah orang yang telah merusak Tiga Januari aku, Januari kedua aku tepat pada tanggal 28 Januari 2011, dia kembali lagi merusak semuanya dan hampir mencelakakan aku dan merusak seluruh kehidupanku. Hem, dia bener-bener bangsat deh kalau aku mau bilangin dia, dibaikin dia ngelunjak, diberi hari mintanya jantung, Lu kate gue cewek apaan? Bank gitu yang bisa ngasiin lu pinjeman atau sesuatu yang bisa Lu gunain apa? kagak kali!!, tapi aku juga salah sih, tapi gak salah-salah banget, soalnya gaa-gara dia juga aku kayak gini, tapi untungnya aku bersyukur aku gak satu kuliahan ama dia, Terima Kasih Yaa Allah, Engkau Maha Mengetahui segalanya. 
Tiap aku punya salah ama kamu aku pasti minta maaf, dan stiap kali kamu punya salah ke aku, aku pasti maafin karena aku hidup bukan untuk mencari musuh, tapi aku ingin hidup untuk mencari sahabat, keluarga dan saudara. Tapi kamu memanfaatkan semua kebodohanku yang baru aku sadari setiap kamu merasa punya segalanya dan telah memiliki segalanya. 
itu dua Januari aku yang telah kau renggut kebahagiaannya, masih ada satu Januari lagi yang kau benar-benar patahkan semangatku saat aku harus menghadapi ujian semester. Kegalauan a meracuni otakku, ketidakmampuan menyerap bahkan meresapi setiap materi ujianpun tak mampu aku lakukan karena memikirkan sesuatu yang membuatku aku harus berpikir keras mengenai titik kesalahanku yang tidak pernah aku mengerti kedudukannya berada dimana?? pertanyaan itu terus menggerogoti setiap susunan saraf yang ada di otakku. Tiap mata terpejam, aku kembali mengingat apa saja yamg telah kau lakukan pada diriku, memang bener, percaya sama satu oran itu belum tentu dapat memberikan suatu kepercayaan yang kuat, tapi aku belajar dari sikapmu, jangan mempercayai Lelaki begitu saja apalagi saat mereka berucap dan bertindak, belum tentu semuanya dapat membahagiakanmu, tapi bisa saja mereka dapat manjatuhkan harga dirimu dan bahkan merusak masa depanmu.
Januari ketiga aku ini sangat sedih bahkan sangat miris, mungkin dulu saat aku dicemooh sama pacar kamu yang mengatakan aku ini merebut kamu dari dirinya, aku masih bisa terima karena aku sadar aku mungkin terlalu dekat dari pada dia dan hal itu masih dapat aku maafkan, tapi sekarang? apa yang terjadi? Kau hanya datang disaat kau kesepian, kau hanya datang disaat kau merasa butuh orang lain, kau hanya datang disaat kamu ingin mengeluh dan kau hanya datang disaat kamu lagi berantem ama pacar kamu *eh salah TUNANGAN kamu katanya. Sadar gak sih Lu? jarak kita jauh bro, Lu hanya hubungin gue saat Lu butuh doang, gue gak angkat telepon Lu aja, Lu udah ngambek ama gue (mana kamu tahu kalau aku paling gak bisa liat orang ngambek ama aku, makanya aku langsung hubungin mereka pasti sesegera mungkin), sms gak di balas, Lu sms gue berkali-kali berharap sms Lu di balas ama gue. Lu baru ngerasaain yah gimaa sms da telepon diabaikan, tapi aku bisa belajar sabar dari itu semua, nah kamu semuanya serba ngambek, Lu itu cowok atau cewek sih? ngambek wae kerjaannya ama cewek. Sms dan telepon kamu yang gak aku respon itu karena aku lagi ada ujian woii, sabar dikit napa sih? kan kita punya jadwal yang berbeda, aku disini menghargai jadwal kamu yang bisa dikatakan padat, kamu yang jelas-jelasnya bukan siapa-siapa aku, pacar aja kagak ngambek ama aku, gak ngehargain banget jadi orang, ntuuu, urusin tunangan Lu yang sok baik kalau lagi ngomong ama kita, maniiiiiiiiiiiiiss banget lagi caranya sama aja sih ama kayak Lu. Baik yah aku mau balas sms kamu, ngeikutin perintah kamu, tapi apa? saat aku sms baik-baik mulai ngerespon baik, minta maaf, eh, malah pacar Lu yang ngambek ama aku, salah aku di mana sih BEKICOT? Lu gak berani ngehadapin nenek sihir itu, beraninya lempar batu sembunyi tangan, memutar balikkan fakta lagi, Lu emang pinter akting, pantes Lu jadi aktor yang pilem naga-naga ntu. Eh, asal kamu tahu yak, aku gak pernah ada niat buat ngerusak hubungan Lu, yah mudah-mudahan Lu bisa bahagia dah ama tunangan
Lu itu, dan aku gak pernah ada niat buat gangguin kebahagiaan kamu, dan masalah ini timbul karena aku gak tau kalau ternyata kamu itu sudah tinggal serumah ama tunangan kamu, mana aku tahu? nah kamu beri tahu yak kakak itu, yang tunangan kamu itu katain, aku ini emang masih bocah, tapi gak tengik yak, aku emang berjilbab tapi gak sok alim yak, dan aku pendiam bukan sok kalem, tapi aku gak mau ngehadepin Lu berdua yang tanduk iblisnya udah pada naik, kalau aku balik marah ama kalian, berarti bener dong aku gangguin kalian, Hahahahahah Teruntuk kakanda tercinta nih, ohok.ohok..ohok... aku gak lari dari kenyataan dan aku gak pernah takut ama kakak yah, kakak lebih dewasa dari pada aku dan harusnya kakak lebih tau gimana ngehadepin anak kecil kayak aku, katanya lebih duluan makan garem, pantesan kakak sering naik darah makan garem sih dari dulu, harusnya manis kak, biar gak asin asin amat, kayak aku, manis kan? Narsis dikit biar gak ngambek terus, :D, kamu sukses merusak masa tenag aku selama ujian, semuanya hancur dan aku harus menghadapi kekecawaan dan sangat sedih melihat kedua orang tuaku, kamu gak pernah mikirin semuanya, thank's yah atas kerusakannya, pantes Lu kalau temen Lu ngatain Lu kaget akan pergaulan kota, ish, kasian banget sih jadi orang.
oke sekarang aku gak mau tau lagi tentang kamu, siapa kamu ada apa kamu, semuanya aku udah blacklicst dari catatan hidup aku, bahkan siap-siap aja pemberian Lu yang PD banget itu aku bakar atau apalah, suka suka aku nanti..
hem, aku udah capek dengerin permintaan maaf kamu, sudah kamu aja yang minta maaf ama diri Lu sendiri karena kamu sendiri yang membuat dirimu seperti ini, jangan pernah bawa-bawa orang ain dalam hidup kamu apalagi kalau orang itu cuma ingin kamu manfaatkan, hem, semoga kamu bisa tobat, aminkan sajalah, Tuhan Maha Adil, pasti akan meberikan ganjaran dan balikan kepada semuanya.

Minggu, 25 Desember 2011

Berbagi :')

Saling berbagi dengan ereka yang kekurangan bukan sesuatu yang gampang bagi mereka yang akan menerima. tetapi dari hati yang tulus ikhlas dan cinta kasih yang putih, menghangatkan suasana yang sempat dingin dan menegang. Panti Raksa Putra, panti yang menampung sejumlah anak yatim piatu dan kurang mampu. Sejumlah anak yang berempat tinggal di panti itu, juga sama dengan sejumlah anak yang ingin berjuang untuk meraih kesuksesan mereka di masa yang akan datang. "Awal yang membosankan", kata salah satu diantara mereka, tapi akhir yang menyenangkan dan mengharukan bagi semuanya. Senyuman mereka menjadi kado terindah buat kami untuk melanjutkan bentuk jalin kasih ini kepada mereka yang kekurangan dan membutuhkan uluran tangan kami. Kalian adalah saudara kami, dan kami adalah saudara kalian juga. 
Kekayaan hati kalian, keteguhan hati kalian, membuat kami yakin bahwa kami juga yang anak rantau tanpa orang tua dan sanak saudara mampu bertahan seperti kalian dan mampu menapaki kaki kehidupan dan kejamnya rantai kehidupan dunia yang kalian jejali. Terima kasih atas kehangatan yang kalian berikan kepada kami, keceriaan yang kalian tunjukka kepada kami, dan masa depan yang cerah untuk kita semua. Terima kasih atas doanya, harapannya, dan jangan pernah berhenti bermimpi, seperti apa yang telah kalian tulisakan pada pohon harapan yang sederhana itu dari kami. You're the best and we always with you..
Luv U all Guys, my brother.. 
Kiss and Hug just for Us :)



Posted by Picasa
Posted by Picasa

Sabtu, 24 Desember 2011

SALURAN PEMERATAAN INFORMASI DI PEDASAAN : KORAN MASUK DESA ATAU JARINGAN KOMUNIKASI SOSIAL?


M. Alwi Dahlan

Selain berada di bawah “garis kemiskinan”, masyarakat desa juga barangkali dapat digolongkan berada di bawah “garis kemiskinan informasi”. Untuk itu program Koran Masuk Desa (KMD) perlu dilaksanakan. Tetapi menurut Alwi Dahlan, apabila sasaran pertama adalah pemuka pendapat atau elit desa, belum tentu informasi tersebut dapat segera tersebar merata ke seluruh rakyat desa. Ada kemungkinan informasi itu “tertahan” pada para pemuka pendapat atau elit informasi tersebut. Disarankan agar melihat jaringan komunikasi sosial dari sasaran itu sendiri, khususnya jaringan-jaringan lokal yang berbeda bentuknya dari tempat ke tempat.
            Dengan adanya program KMD, maka bertambah lagi satu saluran informasi bagi rakyat desa, meskipun sebelumnya sudah ada televisi umum serta radio dan kaset yang telah meraja sebelum adanya program KMD ini. Disamping itu terdapat kegiatan-kegiatan informatif baru yang diorganisir untuk mempercepat pengaruh komunikas, umpamanya dalam bentuk Kelompok Pendengar, Kelompok Baca atau Kontak Tani. Dalam usaha seperti ini termasuk pula adaptasi atau pemanfaatan pranata-pranata tradisional seperti arisan, salapanan atau selamatan, serta pernikahan yang menggunakan penerangan juga termasuk sebagai salah satu penyebaran informasi kepada masyarakat desa.
            Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Penerangan tentang proyek ini (No.203A/Kep/Menpen/79), menunjukkan bahwa pada intinya tujuan KMD adalah meningkatkan gairah penerbit dan jangkauan pers untuk mencapai daerah pedesaan dan tujuan implisitnya adalah untuk menaikkan oplah suratkabar, suatu indikator yang sering dipergunakan sebagai pengukur tingkat modernisasi dan kemajuan sosial politik. Di sis lain program KMD memiliki tujuan lagi, yaitu sebagai suatu usaha pemerataan dalam berbagai segi, baik jurnalistik maupun industri penerbitan. Segi lainnya adalah pemerataan kesempatan berusaha, sebagai pengembanga industri pers itu sendiri dan pemerataan yang dimaksud diarahkan pada kesempatan di bidang tersebut. Disebut juga bertujuan untuk membantu usaha pemerataan memperoleh pendidikan non-formal serta pemertaan informasi, namun tidak semua tujuan ini dapt dicapai, karena dalam hal penyebaran informasi, masyarakat desa lebih cenderung percaya kepada para pemuka pendapat atau orang yang mereka percaya dapat memberikan informasi kepada mereka, masyarakat desa tidak dengan mudah dapat menyerap informasi, jangan menyerap, di kalangan masyarakat masih banyak yang buta huruf dan bersifat menjauhi informasi itu sendiri, ini terbukti dengan adanya televisi umum yang ada di desa saat penyaiaran berita mereke meninggalkan program tersebut dan lebih memilih melaksanakan aktivitas yang lain dan menunggu dari para pemuka pendapat.
            KMD sebenarnya tetap mempunyai prospek untuk berhasil sampai ke tingkat tertentu. Bagaimanapun tidak semua rakyat pedesaan itu buta huruf, miskin, kurang daya serap, lemah daya tanggap atau belum mengerti nilai informasi. Tapi, dari beberapa pengalaman beberapa koran yang telah masuk desa terlebih dahulu membuktikan bahwa KMD menunjukkan potensi yang cukup banyak untuk pengembangan koran. Dengan KMD ini menambah lagi satu tujuannya, yaitu sebagai komunikasi pembangunan, yaitu untuk mendorong pembangunan-bukan terutama yang dalam industri media tetapi justru yang di luarnya juga. Sebagai media modern, KMD harus mendorng informasi, keterbukaan dan partisipasi poitik, namun hal ini terhenti lagi oleh kalangan elit informasi yang dalam hal ini memiliki kemampuan dalam hal ekonomi maupun penyerapan informasi yang cukup cepat dibandiangkan dengan masyarakat desa yang miskin dan jauh dari jangkauan informasi.
            KMD juga bertolak dari model komunikasi dua langkah (two step flow) atau berlangkah ganda, yaitu dari media ke para pemuka pendapat dan dari mereka itu ke bagia-bagian masyarakat yang kurang aktif. Proses ini termasuk proses komunikasi dua langkah, yaitu kepada para pemuka pendapat (elit informasi) merupakan pemindahan informasi, dua langkah kedua kepada para pengikutmerupakn langkah penyebaran informasi dan pengaruh. Adanya pemuka pendapat atas sebaran iformasi yang seharusnya juga diperoleh rakyat desa, menjadi tertahan di kalangan elit infomasi apabila informasi itu merupakan sebuah perubahan dan akan menyebar ke masarak desa saat informasi itu sudah lama dan akan mengalami perubahan lagi dan cenderung para pemuka pendapat lebih sering menyebaarka iformasinya kepada kalangan terdekatnya saja sehingga kurang komunikasi yang terjadi antara asyarakat desa yang leih percaya kepada para pemuka pedapat.
            Dari gambaran diatas tampak bahwa pemasukan informasi bagi elit informasi tidak dapat dianggap sebagai pemerataan kepada rakyat banyak. Informasi yang sampai ke golongan ini tapi belum tentu sampai ke golongan rakyat desa lapisan bawah. Akibat dari semua ini ketimpangan informasi (communication effect gap) antara elit dengan golongan-golongan yang lebih miskin informasi menjadi makin besar, sehingga menyebabkan golongan elit “bajir” informasi sedangkan rakyat miskin tak emperoleh informasi yang baru dari golongan elit dan pers, padahal tujuan adanya KMD ini adalah pemerataan informasi untuk pembangunan masyarakat menuju masyarakat modern. Bukan hanya KMD, tapi televisipun belum mampu untuk menyebarkan informasi itu ke semua kalangan rakyat desa. Semua langkah diatas dapat dicapai dengan pemikiran kembali mengenai perangkat-perangkat, jalur-jalur dan sarana komunikasi pedesaan yang mash ada, sehingga pemerataan informasi memerlukan rencana yang terpadu, sehingga jurang antara elit informasi dengan golongan lainnya dapat di perkecil.

Selasa, 29 November 2011

Senin, 14 November 2011

About the green economy

The conservation of ecosystems and biodiversity is the foundation of a sustainable economy. Water, food, shelter and energy are the building blocks upon which life and economic systems are built. The resilience of the global economy is intricately linked to the state of the environment.
Business also affects, and needs, biodiversity. Billions of people work in the private sector, and business is a key driver of social and economic development. Some are beginning to see the value of biodiversity, the need to protect it, and the need to invest in it. In the current global recession, with huge stimulus investments coming from governments, now, more than ever, we should be investing in nature to drive sustainable economic and social growth.

Some facts
  • Each year, we are losing ecosystem services worth an estimated EUR 50 billion from land-based ecosystems alone
     
  • The world’s commercial fisheries are likely to collapse in less than 50 years unless current trends are reversed
     
  • While 35% of the Earth’s surface is already dedicated to agriculture, irrigated crop production will need to increase by 80% by 2030 to match rising demand
     
  • In the Caribbean, the direct result of coral reef destruction has resulted in a 20% decline in tourism revenues (equal to approximately US$ 300 million per year)
     
  • Hundreds of medicinal plant species, whose naturally occurring chemicals make up the basis of all prescription drugs, are threatened with extinction.
     
  • New ‘green markets’ for organic agriculture, certified food and timber products are growing three times faster than the average, and could reach US$60 billion by 2010
     
  • Around the world, it is estimated that protected areas could produce benefits, goods and ecosystem services worth between US$4,400 and US$5,200 billion a year.
     
  • The overall costs and risks of climate change will be equivalent to losing up to 20% of global GDP each year, while the costs of action now can be limited to around 1% of global GDP each year
The global economic crisis, which is still having far-reaching consequences, has put pressure on world leaders to rethink their economic policies. In many cases, public and private investments are not in line with broader objectives of sustainability. Consequently, they often result in an over-exploitation of natural resources that compromises the long-term viability of the enterprise. The decline of the world’s fish stocks is a clear example of how misaligned policies can undermine an entire industry and the economy it supports.
A closer alignment of our economic and environment systems is an imperative that society can no longer afford to ignore. Critical steps in the necessary transition to a greener economy include:
• Achieve a fuller integration of biodiversity and ecosystem values into economic policy, finance and markets
  • Strengthen the biodiversity business case through the generation of knowledge and awareness on the different forms and contributions of biodiversity and ecosystem values.
  • Enhance the capacity of decision-makers to adequately account and manage for biodiversity and ecosystem values.
  • Help governments identify opportunities for generating employment and business opportunities through more sustainable policy planning and implementation.
• Empower private sector companies to lead the way to the development of more sustainable business models and practices
  • Develop best-practice guidance and standards for advancing sustainability in key industry sectors, such as agriculture, extractives, and tourism.
  • Explore and test alternative approaches for enhancing corporate sustainability, such as through full life-cycle analysis and innovating offsetting schemes.
• Make greater and smarter investments in nature-based markets and enterprises
  • Provide new channels for sustainable financing opportunities, such as through the development of a green development mechanism.
  • Encourage the establishment and growth of innovative markets for public environmental goods and services, such as trading in carbon credits and banking of wetlands.
  • Support the development of sustainable enterprises in areas such as renewable energy, organic agriculture and ecotourism.
  • Encourage the enhanced appreciation of the climate regulating functions of ecosystems; such as through REDD (Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation)http://www.iucn.org/what/tpas/greeneconomy/about/